Beberapa hari yang lalu saya membaca dalam sebuah surat kabar mengenai dukun santet pengilang dan penciut alat kelamin, mengenai kisah yang menurut saya menarik secara kultural dan spiritual, demikian sedikit cuplikan ceritanya :
Kinshasa – Polisi di Kongo terpaksa mengamankan 13 orang yang nyaris menjadi korban amuk massa. Pasalnya, mereka dicurigai menggunakan ilmu santet untuk mencuri atau menghilangkan alat kelamin laki-laki. Kemampuan mereka tersebut sudah menjadi “kabar burung” yang membuat resah penduduk di ibu kota Kongo, Kinshasa. Rumor tersebut menyebar luas di Kinshasa sejak pekan lalu, bahkan sudah jadi bahan pembicaraan di sejumlah stasiun radio.
Para pendengar, khususnya laki-laki, diwanti-wanti untuk waspada bila melihat orang yang mengenakan beberapa cincin emas di angkutan umum. Orang yang berciri-ciri seperti itulah yang diyakini sebagai dukun penghilang alat kelamin. Beberapa orang mengaku kehilangan alat kelamin – atau ada yang bentuknya mengecil – setelah disentuh oleh si dukun. Merasa keresahan di kalangan penduduk sudah di luar akal sehat, polisi setempat akhirnya mengambil tindakan. Polisi tidak saja menangkap orang yang dicurigai sebagai tukang santet, namun juga mereka yang mengaku menjadi korban. Kepala Polisi Kinshasa, Jean-Dieudonne Oleko, Selasa (22/4) lalu, menilai bahwa isu tersebut sengaja diembuskan untuk memeras. Dibantu pengakuan orang yang mengaku menjadi korban, si dukun dengan tipu dayanya berupaya memeras sasarannya dengan berjanji mengembalikan alat kelaminnya ke bentuk semula bila diberi uang.“Kalau korban masih yakin p****nya tidak hilang, si dukun akan berdalih kepada korban bahwa alat kelaminnya telah mengecil atau yang bersangkutan telah menjadi impoten.
Seperti yang biasa kita ketahui kalau negara2 di benua Afrika, begitu kental dengan nuansa mistis dan perdukunannya (emang Indonesia nggak he..he..)yang menarik dibahas dalam kasus ini adalah tingkat pendidikan dan science yang menjadi concern issue. Budaya dari nenek moyang yang mengajarkan hal-hal mistis secara turun-temurun, SUGESTI yang kuat tertanam dalam pikiran manusia.
Bisa anda bayangkan apa yang terjadi jika issue ini ada ada ditengah-tengah bangsa barat. Yang secara budaya bertolak dari fundamental sience yang kuat, mungkin mereka akan berexperimen, dan semakin gencar menjual produk2 yang dianggap bisa menjadi solusi dari penciutan dan penghilngan dari salah satu onderdil manusia tersebut. Pernah ingat virus influenza God Bless U yang melanda Eropa, menurut saya kasus itu masih jauh lebih relevan dengan kasus "burung menghilang" di Kongo ini.
Biasa kita saksikan kalau niche market di Indonesia yang paling menjual alias profitable adalah hal-hal yang bernuansa mistis dan horor, dan fenomena ini menjangkau semua kalangan. mulai dari ABG sampai orang dewasa. "Habis asyik sih", "habis seru sih", tanggapan umum tentang film-film di Bioskop Indonesia.Sungguh prihatin menyaksikannya.
Biasa juga di Radio dan TV swasta kita, banyak dibahas mengenai ramal-meramal, bahkan bisa berlangganan lewat SMS. Nah handai tolan sekalian, perspektif Kristen berkata apa mengenai hal-hal mistikal ini, Apakah ini perbuatan iblis ?, jika begitu maka iblis akan dikambinghitamkan oleh manusia, persis seperti Hawa menyalahkan ular. Atau yang salah adalah manusia sendiri yang dengan begitu bodohnya mau "diperkosa" oleh hal-hal mistikal tersebut. Coba kita banting stir menuju Firman.
I Yohanes:
4:4. Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
Terjemahan bebas: Kita (Orang Percaya) berasal dari Bapa(Yoh:1:12-13), dan kita telah menaklukan perbuatan2 nabi palsu dan mujizatnya(perbuatan iblis), sebab Roh Kudus ada dalam kita mengatasi segala roh yang ada di dunia.
Jadi Sobat, lupakan saja berita diatas. it's Unqualified for usCool