Siapa tidak kenal legenda hidup Rosoneri ini

Andriy ShevchenkoDahulu dipuja dan menjadi legenda hidup publik San Siro, sekarang...dicerca !?. Sungguh mengharukan dan naas nasib mantan bintang AC Milan tersebut. Sejak kepindahannya ke Chelsea dengan alasan keluarga. Kebintangannya surut dan menjadi striker kikuk yang menjadi bahan tertawaan dari pendukung lawan. Begitu mempesona bersama dinamo kyiev, tapi surut dengan membuat banyak para penggermarnya geram. "Bukan begini caranya seorang mega bintang berakhir". Mungkin kata-kata itulah yang bisa menggambarkan secara gamblang kekecewaan seseorang yang mengagumi sepak terjang andriy shevchenko dalam mengolah si kulit bundar.

Jika anda pernah dengar nama Patrick Kluivert, maka bisa kita lihat adanya persamaan sang acer de oranje dengan Sheva the slave. "The Slave??" tidak, bisa jadi lebih buruk lagi.

Sama halnya dengan kisah perjalanan hidup seseorang, ada masa-masa dimana kita diatas, dan ada masa dimana kita dibawah. "Life is a Roller Coaster kata Ronan Keating". "From Zero to Hero" dan "from Hero to Zero again". Pernahkah anda merasa ada areal tertentu, suatu wilayah yang exklusif dimana anda merasa menjadi "somebody" dan di tempat yang lain lagi menjadi "nobody" well, semuanya memang berdasakan atas kacamata manusia. "Sungguhkah?" bagaimana dimata Sang Khalik..? adakah masa-masa yang membuat kita menjadi sesorang yang "somebody" dan "nobody".

Saat ada dosa menyelimuti akankah kita menjadi "nobody" dimataNya?, dan saat hidup dalam kekudusan (doing thing in right way) akankah kita menjadi "somebody" di hadapanNya.? Saat Bapa Sorgawi menciptakan manusia, Ia menciptakan mereka sebagai Gambar dan Teladan dariNya. Sungguh amat baik, itulah pernytaan dari Sang Pencipta. Saat seseorang merasa sebagai "nobody" itulah saat-saat dimana dia lupa akan SIAPA dia sebenarnnya, pun saat dia menjadi Somebody, bisa jadi ia akan ingat dan secara extreme bisa jadi ia lebih lupa lagi siapa dia sebenarnya. Imago Dei, habis perkara.

Keberhasilan hari ini bukan berarti keberhasilan esok hari, pun sebaliknya. Jika demikian bukankah hidup adalah sebuah perjudian ?? tidak ada yang pasti, lantas apa dasar yang bisa dipegang dalam hidup ini untuk menuntun menjalani hari demi hari. Saat seseorang sadar akan SIAPA dia di dunia ini, maka hidup secara ajaib akan menjadi lebih baik dan harmonis dan seusai KODRATNYA, sama seperti sifat air yang selalu beranomali. Demikian dengan seseorang yang mengerti siapa dia dan Visi Misinya berada dalam dunia ini.

Manusia akhir-akhir ini masuk kepada Human Centris, dimana manusia dan segala aspek dan suspeknya menjadi nomor satu dan paling menarik dibandingkan dengan hal lain. Menikmati manusia itulah kata yang tepat menggambarkan momen zaman ini.

Mungkin seorang Shevchenko lupa akan siapa dia sebenarnya, lupa kalau dia hanya Debu Tanah, bukan Superman. Lupa kalau kakinya terbuat dari daging yang fana yang bisa menua. Lupa pula kalau dulunya ia sebelum menjadi “somebody” hanyalah seorang “nobody”. Ya, semoga masa depan dari Sheva bisa lebih baik pada kompetisi mendatang setelah ia secara reflexional menyadari siapa dirinya. Sadar, berubah dan mengubah dunia itulah Metanoia.

Dinamika perubahan menuju arah yang tidak kita harapkan terkadang membuat shockamamba alias shock berat, tapi percayalah rasa takut hanya ilusi dan penderitaan hanya sementara saat kita memakai kacamata kuda yang selalu mengarah pada Yeshua Hamasiah. So.. get a grip NOW.

*Amsal 3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

*I Petrus: 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib