[?] Apakah pentingnya mempelajari doktrin Kristen yang benar? Apakah jika kita memiliki doktrin yang benar otomatis hidup Kristen kita juga benar? Bagaimana supaya doktrin Kristen dan hidup Kristen kita bisa berjalan seiring?
Doktrin dari akar kata “pengajaran”. Dalam tradisi Kristen, menyampaikan ajaran sama artinya dengan menyampaikan “Kehendak Allah” -– hasil pengenalan yang baik dari Kitab Suci –- bukan secara abstrak, bukan pula demi memperkembangkan kemampuan berpikir seseorang, tetapi bertujuan, agar yang diajarkan memutuskan untuk taat kepada Allah. Di Gereja, pada prinsipnya, pengajaran atau doktrin termasuk karunia dan isi utamanya adalah “PENGARTIAN” Kitab Suci serta dorongan untuk hidup baik. Pengajar utama doktrin gereja adalah Roh Kudus. Doktrin Kristen harus berdasarkan Kitab Suci, sehat, baik dan menyelamatkan.
Dalam perkembangannya, doktrin dapat dipahami sebagai prinsip-prinsip kebenaran yang “ditemukan” dan diajarkan secara konsisten di dalam dan oleh Alkitab. Oleh para teolog atau rohaniawan, prinsip-prinsip itu diselidiki dan disusun secara sistematis dan akumulatif, sehingga membentuk tema-tema tertentu sebagai "pokok-pokok kepercayaan" yang dapat diajarkan secara konsisten, bertangungjawab dan benar. Pusat doktrin adalah Kristus dan pengajaran-Nya. Boleh juga dikatakan, bahwa doktrin merupakan hasil kesimpulan yang sistematis dari apa yang tertulis dalam Alkitab dalam pokok pembahasan tertentu untuk dipercayai sebagai pengakuan iman dan kehidupan praktis. Doktrin dalam kehidupan orang Kristen adalah panduan untuk memahami pesan Alkitab secara keseluruhan dan sebaliknya menjadi panduan kehidupan praktis. Memiliki doktrin yang benar jelas sangat penting karena membimbing kepada KESELAMATAN.
Belajar Doktrin tidak sekadar untuk “mengetahui” tetapi untuk “memahami” secara mendalam dan komprehensif mengenai dasar-dasar kekristenan yang benar dan dapat dipertanggung-jawabkan. Secara praktis, memahami doktrin bertujuan agar hidup orang percaya mempunyai pedoman yang pasti dan terhindar dari kesesatan atau diombang-ambingkan oleh Setan dan sumber-sumber pengajaran palsu lainnya yang tidak sesuai dengan firman Tuhan (Ef. 4:4). Pengetahuan doktrin yang baik akan memerdekakan (Yoh. 8:32); itulah sebabnya, doktrin yang benar harus “dipertahankan”. Karena doktrin yang benar dan pasti akan digunakan untuk “mengevaluasi” setiap ajaran lain yang “menyusup”.
Memiliki doktrin yang benar, adalah dasar untuk mempunyai hidup yang benar. Doktrin itu tidak hanya menjadi pengetahuan secara ‘cognitive’, tetapi juga secara ‘psychomotoric’; harus dicerminkan dalam sikap dan perbuatan. Doktrin harus ditunjukkan secara konsisten dalam tindakan-tindakan atau disiplin rohani. Supaya doktrin dan hidup Kristen bisa berjalan seiringan, diperlukan sikap “berketetapan hati” dan “bertekun”. Kedua sikap ini akan membentuk kerohanian pribadi Kristen yang “tidak munafik”, namun konsisten. Sambil tetap waspada, bahwa sebagai manusia, orang percaya masih mempunyai sifat kedagingan yang rentan. Itulah sebabnya, orang percaya harus mengandalkan Roh Kudus sebagai “Pembimbingnya” untuk melaksanakan doktrin dengan benar, seperti yang dikehendaki-Nya.
Doktrin dapat dipahami dengan kekuatan ‘cognitive’ / pikiran, tetapi hidup benar merupakan perjuangan ('passion'); perpaduan antara pikiran, perasaan, perbuatan, perkataan dan tingkah laku yang menuju kepada kekudusan pribadi.
Mengetahui doktrin dengan baik dan benar “memang” tidak serta-merta menjadi “jaminan” bahwa hidup orang Kristen menjadi benar. Tetapi sebaliknya, seseorang tidak mungkin mengetahui dan dapat melakukan kehendak Tuhan dengan benar tanpa memahami dan memiliki doktrin yang baik dan benar. Memahami doktrin Kristen yang benar mengarahkan iman kita kepada kehendak Tuhan yang menyelamatkan. Dengan memiliki doktrin Kristen yang benar, kita mengenal siapa Allah kita yang sebenarnya. Doktrin mempengaruhi cara pandang kita terhadap hidup, Tuhan, diri sendiri, dan orang lain.
Kelemahan dan kelalaian manusia sering menjadi halangan untuk kita menjadi orang percaya yang konsisten dengan pengajaran dokrinal yang benar. Meskipun seseorang memiliki pemahaman yang baik dan benar tentang doktrin-doktrin Kristen yang alkitabiah, namun jika hatinya tidak taat dan tidak mau tunduk di bawah bimbingan Roh Kudus untuk hidup sesuai dengan kebenaran-Nya, maka tidak mungkin seseorang dapat memiliki hidup yang benar. Tanpa memiliki pedoman hidup yang benar dan menjalani pola hidup yang benar, maka hidup kita akan tidak menentu. Alangkah bijaknya Allah! Ia memberikan pengajaran agar kita mengenal Dia dan hidup di dalam Dia.
Demikian.
Kontributor:
Anton Priyadhi - Chatty Mintje - Christian Yanto - David Ho - Dedy Yanuar - Dwi Wong - Ivan Hariman – Iwan – Joshua - Lilik Sulistiawati - Loudy Rauan – Oktavianus - Victor Prahara - Yohanna Prita Amelia – Yuli - Yulien Djong - Yuli Rahayu - Evelyn Natalia - Gerard Binilang
Sola Gratia,
Riwon Alfrey