Ada banyak orang bergumul dengan hatinya, tanpa tahu sebabnya dengan jelas. Akhirnya ada banyak orang menimbun perasaannya tanpa menyelesaikannya. Sehingga suatu saat pemicu datang, dia akan meledak-ledak karena perasaannya tidak pernah dikeluarkan. Melalui Seminar Konseling Sesi I (Relational and Emotional Counseling), ada satu hal penting dan paling berkesan di pikiran saya, yaitu perlunya memetakan perasaan kita. Memetakan perasaan berarti kita harus membawa apa yang kita rasakan dalam hati kita ke alam sadar/pikiran kita. Sebagai contoh: kita marah dengan A dan apa penyebabnya, iri hati dengan B dan apa penyebabnya, dll. Setelah kita membawa perasaan kita ke alam sadar kita, kita harus mengambil keputusan untuk membereskan hati kita, tanpa menunda-nunda. Salah satu cara untuk membereskan hati kita adalah mengadakan rekonsiliasi dengan orang di mana kita bermasalah. Libatkan Roh Kudus dalam setiap proses ini. Izinkan Roh Kudus bekerja dan menjamah hati kita untuk belajar mengampuni orang-orang yang bermasalah dengan kita. Tuhan Memberkati!
28 Apr 2008