Galatia 5: 22-23 menyebutkan bagian-bagian dari Buah Roh. Kalau kita berbuah Roh, maka sesama kita akan melihat gambaran Kristus di dalam hidup kita (Roma 8: 29) sehingga mereka tertarik untuk datang kepada Juruselamat. Kehendak Tuhan adalah supaya kita mencapai kedewasaan penuh didalam Kristus (Efesus 4: 13). Pertumbuhan ini terjadi karena penyucian dari Roh Kudus.
Buah Roh adalah pengharapan Allah di dalam kehidupan kita, seperti tertulis di Matius 13 tentang perumpamaan seorang penabur. Benih yang jatuh di tanah yang baik akan berbuah lebat. Begitulah seharusnya kita juga harus berbuah, ketika Firman Tuhan mulai bekerja di dalam hidup kita dengan kekuatan dari Roh Kudus.
Kita dapat mengelompokkan bagian-bagian dari Buah Roh dari Galatia 5: 22-23 menjadi 3 kelompok.
Kelompok 1: Kasih, sukacita dan damai sejahtera
Kasih
Yohanes 13: 35 berkata: “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” (lihat juga Roma 13: 8). Apapun yang kita lakukan untuk memberikan kesaksian tentang Tuhan Yesus, tanpa kasih semua itu tidak ada artinya. Baca juga perikop tentang kasih di 1 Korintus 13.Sukacita
Sukacita yang Roh Kudus berikan di hidup kita mengangkat kita dari segala keadaan. Sukacita ini tetap kita rasakan walaupun kita berada dalam kesulitan. Jaman sekarang di dunia ini tidak ada sukacita dan penuh dengan kegelapan, ilusi dan ketakutan. Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa sukacita dari Roh Kudus tidak tergantung dari keadaan.Damai sejahtera
Damai sejahtera di dalam Kristus adalah kedamaian yang mendalam dan kekal yang hanya Tuhan Yesus dapat berikan di dalam hati, seperti tertulis di Yohanes 14: 27 – ”Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.” Ini adalah damai sejahtera yang berasal dari Roh Kudus semata.
Kelompok 2: Kesabaran, kemurahan dan kebaikan
Kesabaran
Kata ’kesabaran’ di ayat ini dalam bahasa Yunani menggambarkan ketegaran biarpun di-provokasi. Ini tidak dapat dipisahkan dari kesabaran jika kita diperlakukan tidak benar tanpa menjadi marah atau ingin balas dendam. Kesabaran adalah pengampunan, belas kasih, dan pengertian atas kesalahan orang lain.Kemurahan
Kemurahan atau kelembutan adalah bagian kedua dari Buah Roh yang mengarah keluar. Kata ’kemurahan’ di ayat ini dalam bahasa Yunani berarti kemurahan yang mendalam di dalam karakter kita. Kata ini dipakai beberapa kali di Alkitab dan mengarah ke Trinitas (Mazmur 18: 36, 2 Korintus 10: 1 dan Galatia 5: 23). 2 Timotius 2: 24 berkata bahwa pelayan-pelayan Tuhan tidak boleh berselisih tetapi harus ramah terhadap semua orang.Kebaikan
Diambil dari bahasa Yunani yang menunjuk ke sifat seseorang yang diatur oleh kebaikan dan yang selalu berusaha untuk berbuat baik (Efesus 5: 9). Dari hati yang baik selalu mengalir kebaikan keluar.
Kelompok 3: Kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri
Kesetiaan
Karakter ini sangat dipuji di dalam Alkitab. Kesetiaan dalam hal-hal kecil adalah ujian karakter yang paling dapat dipercaya, seperti yang Bapa sebutkan didalam perumpamaan talenta: ”Engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar” (Matius 25: 21).Kelemahlembutan
Yesus berkata: ”Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi” (Matius 5: 5). Kelemahlembutan adalah memberi perhatian kepada sesama dan selalu peka terhadap hak-hak sesama. Bagaimanakah kita dapat mempraktekkannya? Yesus berkata di Matius 11: 29 bahwa kita hendaknya bersikap ”lemah lembut dan rendah hati”.Penguasaan diri
Diambil dari bahasa Yunani yang berarti: kuat, berkuasa. Semua pemikiran yang mementingkan daging dari pengertian adalah tidak baik (Roma 8:5). Baca juga 1 Korintus 9: 25-27.
Kelompok yang pertama terutama menggambarkan hubungan vertikal kita dengan Tuhan. Kelompok kedua dapat dilihat sebagai hubungan kita dengan sesama. Kelompok ketiga menggambarkan relasi kita dengan diri kita sendiri, tentang sikap dan perbuatan dari batin kita.